Kamis, 10 Februari 2011

Sajian Menu Olahan dan Manfaat Daging Kelinci

Kelinci adalah salah satu hewan terlucu di muka bumi. Sifatnya yang jinak dengan bulu halus membuat banyak orang tertarik padanya. Tak heran, bila kelinci banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan atau hewan hias. Belakangan, kelinci juga dibudidayakan untuk sajian menu makanan. Karena, daging kelinci rasanya lebih gurih dan halus dibanding daging ayam atau kambing. Kadar kolesterol dan natriumnya rendah, sehingga baik untuk pasien penyakit jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan.

Daging kelinci dapat menjadi makanan alternatif yang relatif mudah diperoleh. Daging itu mampu menurunkan risiko kolesterol dan penyakit jantung. Sayangnya, daging kelinci belum populer. “Padahal, mutu gizinya lebih bagus dibanding daging lainnya,” kata Dr Yono C Raharjo dari Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor, dalam Seminar Nasional bertema prospek ternak kelinci untuk meningkatkan gizi masyarakat, akhir pekan lalu.

Salah satu cara mengenalkan daging kelinci kepada masyarakat adalah dengan mengolah daging kelinci ke dalam beberapa jenis masakan seperti sate, sosis, siomay, dendeng, bakso dan nugget kelinci. “Semakin cepat dimasak, kandungan gizi kelinci makin sedikit berkurang. Daging kelinci yang paling baik dimasak adalah daging kelinci muda karena lebih cepat matang,” papar Kusmajadi

Menurutnya, daging kelinci berbeda dengan daging ternak ruminansia (hewan pemamah biak). Daging kelinci berserat halus dan warna sedikit pucat, sehingga dapat dikelompokkan dalam golongan daging berwarna putih seperti halnya daging ayam. Daging putih kadar lemaknya rendah dan glikogen (salah satu jenis polisakarida simpanan dalam tubuh hewan) tinggi.

“Rendahnya kandungan kolesterol dan natrium membuat daging kelinci sangat dianjurkan sebagai makanan untuk pasien penyakit jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan. “Keuntungan lainnya, tulang pada kelinci lebih tipis, dagingnya halus, dan seratnya pendek sehingga mudah dikunyah,” papar Kusmajadi. ( sumber: www.kompas.com )

Alasan Mengapa Makan Satai Kelinci. Kalangan wisatawan lokal meminati satai kelinci yang dijual di Yogyakarta karena diyakini daging hewan itu mempunyai kandungan nutrisi, tidak mengandung kolesterol, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
    
"Kalangan wisatawan lokal asal Jakarta, Magelang, dan Solo meminati satai kelinci. Para pembeli saat liburan akhir pekan dan liburan sekolah sangat ramai. Rata-rata sehari bisa mencapai 60 pembeli," kata Tukirah, penjual satai (sering disebut sate) kelinci di daerah Bantulan, Sleman, Sabtu (23/10/2010).
    
Menurut dia, satai kelinci memiliki rasa berbeda dengan satai lain karena mempunyai manfaat bagi kesehatan, menyembuhkan vertigo, meningkatkan stamina, dan otak kelinci bisa menyuburkan rahim perempuan.
    
"Kami tidak kesulitan memperoleh kelinci untuk membuat satai karena sudah berlangganan dengan para peternak kelinci di pasar di beberapa daerah di Yogyakarta," katanya.
    
Ia mengatakan, umur kelinci memengaruhi kualitas daging.  Jika umur  semakin tua, daging kelinci akan terasa keras. Untuk pembuatan satai kelinci hanya menggunakan kelinci yang masih berumur delapan hingga sembilan bulan.
    
"Kami sementara ini hanya membuka warung satai kelinci di rumah dan tidak membuka cabang di derah lain. Berjualan dimulai pukul 17.00 hingga  23.00. Namun, jika saat liburan sekolah dan akhir pekan hanya sampai pukul 21.00  karena suasana pengunjung sangat ramai," katanya.
    
Dia mengatakan, harga jual satai kelinci relatif murah, hanya Rp 11.000 per porsi. Satai disajikan dengan nasi, bumbu kacang, dan sambal kecap. Dengan mematok harga terssebut, Tukirah mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dalam satu hari.
    
Tukirah mengatakan, dalam sehari mampu menghabiskan lima ekor kelinci untuk dijadikan satai. "Jika saat liburan sekolah dan akhir pekan, kami malah mampu menghabiskan 10 ekor kelinci," katanya.
    
Seorang pembeli satai kelinci asal Klaten, Jawa Tengah, Vira Yustina mengatakan, satai kelinci mengadung protein hewani, nutrisi, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
    
"Yang saya tahu daging kelinci ini dapat mengobati penyakit vertigo dan bagian otak kelinci berkhasiat menyuburkan rahim perempuan," katanya.
    
Ia mengatakan, setiap satu minggu sekali dirinya menyempatkan diri datang ke Yogyakarta hanya untuk menikmati satai kelinci ini. "Setiap satu minggu sekali, saya rutin menyempatkan diri untuk menyantap satai kelinci karena rasa dagingnya unik dan berbeda dengan rasa satai jenis lain dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," katanya. ( Indojunkers - The Largest Indonesian Junkers Community )

Wirausaha dengan Agribisnis Kelinci. Populasi dan produksi ternak secara nasional mengalami peningkatan baik ternak besar (sapi potong), ternak kecil (kambing dan domba) maupun unggas. Peluang pengembangannya masih terbuka lebar.

Apabila hal ini dikaitkan dengan perkiraan (estimasi) peningkatan kebutuhan konsumsi ternak dan hasil ternak sebagai akibat dari meningkatnya tingkat pendidikan, kesadaran gizi dan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Data populasi, produksi hasil ternak dan konsumsi protein hewani mengalami peningkatan. Meningkatnya konsumsi protein hewani membuka peluang usaha di bidang peternakan, salah satunya adalah ternak kelinci.

Kelinci (Lepus sp.) merupakan wirausaha ternak yg berpotensi besar sebagai penghasil daging dalam waktu singkat.

Dalam kalkulasi sederhana berdasarkan karakteristik pertumbuhan dan reproduksi serta dari jumlah pakan yg sama, kelinci mampu memproduksi daging 5 kali lebih banyak dari sapi atau 3 kali lebih banyak dibanding domba.

Kelinci memiliki sifat yang lembut, penurut dan cerdas. Dengan bentuk yang lucu serta corak bulunya yang memukau, binatang pengerat ini banyak dikoleksi sebagai binatang kesayangan.

Kelinci dapat dimanfaatkan sbb:
  1. Dagingnya dapat dijadikan sate, tongseng, bakso, sosis dan abon.
  2. Kulitnya setelah disamak bisa dibuat kerajinan.
  3. Ususnya bisa dibuat keripik.
  4. Urin dan kotorannya untuk pupuk organik.
Meski masih merupakan usaha sambilan, dengan tata laksana pemeliharaan yang sederhana, peternakan kelinci berpeluang tumbuh pesat. Akan tetapi upaya keras para peternak kelinci yang notabene peternak kecil akan sulit terwujud tanpa peran serta pernerintah dan pihak-pihak lain yang peduli. (Sumber: www.sinartani.com)

Daging kelinci Bisa Mengatasi Kemandulan. Kelinci merupakan binatang yang banyak dipelihara dan digemari orang, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Binatang pemakan wortel ini banyak sekali jenisnya. Begitu pula warna bulunya. Ada putih, coklat, hitam, abu-abu dan masih banyak lagi. Dengan bertumpu pada kedua kaki belakangnya, binatang ini mampu melompat dengan cepat untuk menghindari bahaya.

Akhir-akhir ini budidaya ternak kelinci sudah sangat maju sehingga keberadaan kelinci sangat mudah ditemukan di mana-mana. Bahkan di pasar-pasar kaget (kawasan perumahan ataupun di pinggir jalan) sudah dijajakan kelinci dalam jumlah yang cukup banyak, dengan menggunakan mobil bak terbuka.

Kelinci di samping sebagai hewan peliharaan, ternyata dagingnya juga diyakini dapat menyembuhkan suatu penyakit. Pengalaman menarik terjadi di Sleman – Yogyakarta. Seorang peternak kelinci suatu hari pernah kedatangan orang dengan nafas ngos-ngosan. Tanpa banyak komentar orang tersebut langsung meminta dibakarkan hati plus jantung kelinci. Tanpa pikir panjang dipenuhinya permintaan tersebut. Begitu daging kelinci sudah masak, orang tersebut langsung menyantapnya sampai tak tersisa. Sekitar 5 menit kemudian orang yang ternyata penderita asma tersebut sudah tidak lagi ngos-ngosan. Bahkan wajahnya nampak sumringah. Sejurus kemudian orang tersebut menjelaskan kepada si peternak kelinci bahwa daging kelinci berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit asma. Apalagi bila memasaknya dengan cara direbus saja.

Khasiat daging kelinci ini ditemukan dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Kandungan ketotifen dalam daging kelinci menjadi alternatif bagi penderita asma. Senyawa molekul yang terdapat dalam daging ini mampu menyembuhkan penyakit asma. Bagian paling mujarab terletak pada hati kelinci. Untuk mempertahankan kadar gizi dan kandungan kitotefin ini, paling baik dimasak menggunakan sistem rebus.

Berdasarkan pengalaman aneh tersebut akhirnya si pedagang kelinci membuka warung sate kelinci tidak jauh dari rumahnya. Hampir tiap hari ada pemesan organ-organ khas pada kelinci, misal kepala, empedu, hati dan penis. Menurut pengakuan para pembelinya, organ-organ satwa tersebut punya khasiat tersendiri sebagai pengobatan alternatif.

Berdasarkan pengalamannya, pedagang sate tersebut mengatakan bahwa semua bagian dari kelinci mempunyai khasiat menyembuhkan penyakit. Misal kepala, hati, empedu, daging dan penisnya. Tapi masih ada yang belum bisa diketahui, siapa tahu dari darah serta kulitnya juga tersimpan khasiat yang ampuh.

Kepala kelinci yang di dalamnya ada otak, misalnya, bisa menambah kesuburan wanita. Hati kelinci untuk mengobati penyakit asma. Dagingnya yang dikenal punya protein tinggi dan kolesterol rendah juga baik untuk kesehatan. Sedang penis serta testis hewan bisa menambah keperkasaan kaum pria.

Cara mengolahnya ada yang cukup dimasukkan plastik lalu dikukus. Memang penelitian ilmiah tentang khasiat daging kelinci belum terdengar, namun beberapa orang menyatakan (sugesti) kebenaran khasiat daging kelinci. ( #dari berbagai sumber  )

Khasiat Daging Kelinci Sebagai Obat Asma. Selama ini kita mengenal secara tradisi bahwa kalong (kelelawar/codot) mampu menyembuhkan atau minimal meredakan penyakit asma. Bahkan ada pula yang menyatakan anak tikus bisa menyembuhkan. Banyak masalah dengan konsumsi kalong ini, mulai dari mempertanyakan kehalalannya, merasa jijik, ngeri sampai kesulitan dalam mendapatkan binatang malam ini. Kemunculan daging kelinci sebagai alternatif pengganti kalong cukup menggembirakan, mengingat kemudahan dan kelezatannya sudah mulai memasyarakat.

Sebelum jauh, mari kita mengenal lebih dekat dengan Asma. DEFINISI. Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan (sementara) karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. PENYEBAB. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya:
  • kontraksi otot polos
  • peningkatan pembentukan lendir
  • perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.
Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.

GEJALA. Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk.

Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala.

Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna,

Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

PENGOBATAN. Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.

Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik. Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

Jenis bronkodilator lainnya adalah theophylline. Jumlah theophylline di dalam darah bisa diukur di laboratorium dan harus dipantau secara ketat, karena jumlah yang terlalu sedikit tidak akan memberikan efek, sedangkan jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan irama jantung abnormal atau kejang.

Corticosteroid menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap corticosteroid akan menyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan.

Tetapi penggunaan tablet atau suntikan corticosteroid jangka panjang bisa menyebabkan:
  • gangguan proses penyembuhan luka
  • terhambatnya pertumbuhan anak-anak
  • hilangnya kalsium dari tulang
  • perdarahan lambung
  • katarak prematur
  • peningkatan kadar gula darah
  • penambahan berat badan
  • kelaparan
  • kelainan mental.
Cromolin dan nedocromil diduga menghalangi pelepasan bahan peradangan dari sel mast dan menyebabkan berkurangnya kemungkinan pengkerutan saluran udara. Obat ini digunakan untuk mencegah terjadinya serangan, bukan untuk mengobati serangan.

Obat ini terutama efektif untuk anak-anak dan untuk asma karena olah raga. Obat ini sangat aman, tetapi relatif mahal dan harus diminum secara teratur meskipun penderita bebas gejala.

Obat antikolinergik (contohnya atropin dan ipratropium bromida) bekerja dengan menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin. Lebih jauh lagi, obat ini akan menyebabkan pelebaran saluran udara pada penderita yang sebelumnya telah mengkonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik.

Pengubah leukotrien (contohnya montelucas, zafirlucas dan zileuton) merupakan obat terbaru untuk membantu mengendalikan asma. Obat ini mencegah aksi atau pembentukan leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala asma).

PENGOBATAN UNTUK SERANGAN ASMA. Suatu serangan asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membuka saluran pernafasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untuk mengobati asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.

Agonis reseptor beta-adrenergik digunakan dalam bentuk inhaler (obat hirup) atau sebagai nebulizer (untuk sesak nafas yang sangat berat).

Nebulizer mengarahkan udara atau oksigen dibawah tekanan melalui suatu larutan obat, sehingga menghasilkan kabut untuk dihirup oleh penderita.

Pengobatan asma juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan epinephrine atau terbutaline di bawah kulit dan aminophylline (sejenis theophylline) melalui infus intravena.

Penderita yang mengalami serangan hebat dan tidak menunjukkan perbaikan terhadap pengobatan lainnya, bisa mendapatkan suntikan corticosteroid, biasanya secara intravena (melalui pembuluh darah).

Selama suatu serangan asma yang berat, dilakukan:
  • pemeriksaan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah
  • pemeriksaan fungsi paru-paru (biasanya dengan spirometer atau peak flow meter)
  • pemeriksaan rontgen dada.
Seriusnya selesai…

Pemanfaatan daging Kalong/Codot maupun daging kelinci ditujukan untuk pengobatan secara jangka panjang, jadi harus dilakukan secara rutin.

Bagaimana memasak Kalong sebagai obat?. Cara pertama memasak hampir semua bagian tubuh kalong kecuali sayapnya. Sayap dan kaki kalong di buang. Memasak bisa dengan berbagai menu baik direbus, dicampur sayur atau digoreng. Ini pernah aku lihat di salah satu siaran TV.

Cara kedua. Dapatkan hati kalong, masak seperti kita memasak hati ayam, goreng dan kemudian tumis dengan bawang merah dan bawang putih, makanlah secara teratur.

Tempat-tempat mendapatkan kalong:
  1. Desa Gayam Kecamatan Mojokerto Tupamadya, Kediri
  2. Pasar Bringharjo Jgja
  3. Daerah Bomo, Pacitan Jawa Timur
Secara tradisi, penggunaan herba sebagai obat asma juga sudah dikenal. Resep herba tradisional untuk mengatasi saat asma datang yakni badan penderita digosok dengan kukuran jahe yang dicampur dengan minyak kayu putih. Bahan alami yang dapat dipakai menyembuhkan asma secara tunggal adalah pegagan atau kaki kuda atawa (Centella asiatica Urban). Caranya, ambil 12 lembar daun pegagan, setelah dicuci kemudian direbus dengan 300 cc air bersih hingga tinggal 200 cc. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum tiga kali sehari masing-masing dalam jumlah yang sama. Lakukan cara ini hingga sesak napas menjadi berkurang. Resep ini juga dapat dipakai menyembuhkan batuk biasa. Penderita dibiasakan berjemur diri setiap pagi minimal selama 30 menit dan menghentikan kebiasaan merokok.

Daging Kelinci. Daging kelinci ternyata mengandung satu zat yang disebut senyawa kitotefin. Senyawa tersebut apabila digabungkan dengan berbagai senyawa lain seperti lemak omega tiga dan sembilan, disinyalir bisa sebagai penyembuh penyakit asma.

Secara teknis, daging penghasil senyawa kitotefin ini berfungsi untuk menstabilkan membran sel mastosit. Asma, yang terjadi lantaran alergi bisa dicegah dengan adanya daging bersenyawa kitotefin itu di dalam tubuh. Sebab daging tersebut merangsang terbentuknya antibodi pada tubuh. Dan apabila antibodi tersebut melekat pada sel mastorit, bisa mencegah pecahnya membran. Pecahnya membran bisa membentuk otot-otot polos saluran napas berkontraksi. Hasilnya, saluran napas menyempit hingga terjadi asma.

Yang perlu diperhatikan mungkin hanya masalah pengolahan daging sebelum dimakan. Sebab kalau sembarangan mengolah bisa mengakibatkan hilangnya kadar kitotefin yang ada. Jadi disarankan tidak mengolah daging dalam kondisi terlalu panas. Suhu yang disarankan untuk memasak daging ini, jangan sampai melebihi 150 derajat Celcius. ( Askep $ Tips Kesehatan )

Manfaat lain daging kelinci :
  1. Berfungsi menyembuhkan/meredakan penyakit asma (hati+jantung : lebih bagus dimasak dengan cara direbus saja atau dibakar.)
  2. Infeksi tenggorokkan.
  3. Antibodi.
  4. Liver/Jantung.
  5. Kesuburan (bagian kepala atau otaknya).
  6. Kolesterol.
  7. Keperkasaan pria (penis dan testis). dan berbagai manfaat lainnya... 

    Ingin Sehat? Peliharalah Kelinci
    January 7, 2011

    PARA ilmuwan membuktikan, kelinci itu tidak hanya cantik, tapi juga baik untuk kesehatan. Saat ini, teknik yang relatif baru memiliki sel dengan kelinci hadir selama sesi konsultasi dengan psikolog dan psikoterapi semakin populer.Studi baru ini dilakukan oleh tim ahli dari University of Missouri dan dipimpin oleh Profesor Rebecca Johnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran kelinci sekadar memberi perempuan rasa ketenangan.

    Selanjutnya, para ilmuwan mengamati penurunan tingkat hormon stres kortisol dalam tubuh wanita setelah mereka memegang binatang tersebut selama beberapa menit. Dr Johnson mencatat bahwa kehadiran kelinci dalam rumah tangga memfasilitasi ikatan sosial, mengajar perempuan dan anak perempuan bagaimana untuk lebih memahami diri sendiri dan orang lain, dan bagaimana berkomunikasi dengan orang lain lebih efektif.

    Secara khusus, wanita yang telah memelihara kelinci juga memiliki kontrol yang lebih baik secara emosi dan perilaku. Kelinci digunakan sebagai bagian dari terapi juga memfasilitasi penyembuhan penyakit serius pada anak-anak dan remaja, seperti autisme atau depresi, dan membantu mereka mengatasi kurang percaya diri. (Okz/Van)

    Kelinci Baik Bagi Mental WANITA
    Minggu, 06 Februari 2011

    Banyak wanita mengagumi si telinga panjang karena postur tubuhnya yang lucu dan bulunya yang sangat lembut. Sebuah penelitian menunjukkan, si imut itu juga bermanfaat bagi kesehatan wanita.

    Dalam penelitian para ahli dari Universitas Missouri, bersentuhan dengan kelinci, walaupun sebentar, memberikan rasa tenang dan nyaman bagi para wanita. Sentuhan lembut itu dapat menurunkan tingkat hormon kortisol yang berperan penting dalam mengatur kondisi mental seseorang. Kelinci juga dapat membantu seseorang menjaga tekanan darahnya.

    "Kehadiran kelinci dapat membantu para wanita untuk dapat berkomunikasi secara efektif," kata Rebecca Johnson, pimpinan penelitian. "Wanita yang memelihara kelinci memiliki pengendalian emosi dan perilaku yang lebih baik jika dibandingkan yang tidak."

    Karena manfaat-manfaat itu, kelinci juga digunakan sebagai bagian dari terapi pada anak-anak dan remaja dengan kasus khusus, seperti autisme atau depresi. Selain itu, kelinci juga digunakan untuk membantu mengatasi orang yang merasa kurang percaya diri.

    LIPUTAN6
      Berikut ini beberapa jenis menu dari bahan daging kelinci :
      Dendeng kelinci (DECI)
      Bahan :
      • 1 kg daging kelinci disayat tipis
      • 20 gr bawang putih
      • 20 gr ketumbar
      • Asem secukupnya
      • 60 gr gula jawa
      • Garam secukupnya
      Cara membuat :
      Semua bumbu terlebih dulu digiling halus. Kemudian dilumurkan atau dicampur dengan daging yang telah disayat tipis. Setelah itu, diamkan selama satu malam. Esoknya daging digantung dan dijemur di bawah sinar matahari sampai berwarna kecoklatan. Setelah itu dendeng siap digoreng.

      Bakso kelinci (BACI)
      Bahan :
      • 250 gr daging kelinci segar
      • 75 gr es batu
      • 8 gr garam dapur
      • Penyedap rasa secukupnya
      • 0,5 gr mrica
      • 25 gr tepung tapioka
      • 0,75 gr STP (sodium tripoly pospat).
      Cara membuat :
      Buang lemak dan jaringan ikat (urat) yang menempel pada daging kelinci, kemudian tambahkan garam dan es yang telah dihaluskan selama satu menis. Masukkan tepung tapioka, mrica ke dalam adonan daging, kemudian putar selama satu menit. Adonan yang telah lengket didiamkan selama 30 menit sampai 1 jam (kalau bisa simpan di lemari es) Rebus air dalam panci sampai mendidih, setelah itu kecilkan api atau matikan. Siapkan adonan dan bentuk menjadi bulatan sesuai selera, masukkan ke dalam panci yang berisi air panas. Bulatan bakso akan mengembang dan berubah warna menjadi coklat keabuan, kemudian rebus lagi selama 10-15 menit. Tiriskan dan bakso siap untuk dimakan atau diolah menjadi berbagai jenis menu makanan atau disimpan.

      Nugget kelinci (NUCI)
      Bahan :
      • 1 kg daging kelinci
      • 35 gr susu krim
      • 20 gr bawang putih
      • 10 gr lada
      • 15 gr gula
      • 1 gr MSG (monosodium glutamate)
      • 25 gr meizena
      • 1 kg minyak goreng
      • 75 gr es batu
      • Garam dan penyedap rasa secukupnya
      Cara membuat :
      Daging digiling hingga halus, kemudian campurkan dengan 25 gr meizena, 35 gr susu krim, 75 gr es batu, 20 gr bawang putih, 10 gr lada dan 1 gr MSG. Adonan dicetak dalam lembaran plastik dan dimasukkan ke dalam lemari es selama 30 menit. Setelah itu adonan dipotong-potong dan dicelupkan dalam perekat tepung yang terbuat dari campuran 80 gr meizena, 2 gr bawang putih, 1 gr lada, 1 gr garam, dan 300 ml air. Setelah itu nugget dilumuri dengan tepung roti dan dilakukan penggorengan awal (digoreng setengah matang). Kemas nugget dalam vakum dan simpan pada suhu rendah. Jika akan dimakan nuget digoreng selama empat menit.

      (Sumber website Tani Merdeka)


      Artikel Terkait: Memakan daging kelinci hukumnya halal, Khasiat Daging dan Organ Kelinci untuk Pengobatan Alternatif

      1 komentar:

      1. Thanks atas infonya, artikel yang bagus dan bermanfaat. saya pernah makan daging kelinci walaupun awalnya ngga tega, dengan manfaat begitu banyak mungkin saya akan coba lagi memakan daging kelinci.

        BalasHapus